Welcome

Welcome
(Good Guys Never Win)

Jumat, 12 Agustus 2011

konsep pengelolaan sumber daya alam

Sumber daya alam merupakan sumber daya yang esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Berkurangnya ketersediaan sumberdaya tersebut akan berdampak sangat besar bagi kelangsungan hidup umat manusia di muka bumi ini. Sumber daya alam tidak hanya mencukupi kebutuhan manusia, tetapi juga memberikan kontribusi yang cukup besar bagi kesejahteraan suatu bangsa. Pengelolaan sumber daya alam yang baik akan meningkatkan kesejahteraan manusia, sebaliknya pengelolaan yang tidak baik akan berdampak buruk bagi umat manusia. Sumber daya alam merupakan salah satu faktor produksi nasional yang cenderung menurun kualitas dan kuantitasnya dari waktu ke waktu. Dari sisi kuantitas, jumlah sumber daya alam cenderung menurun, hal ini terlibat dari isu-isu semakin menurunnya cadangan sumber daya alam akibat adanya eksploitasi untuk pembangunan. Sedangkan dari sisi kualitas juga mengalami penurunan, hal ini terlihat semakin banyaknya polusi akibat proses produksi maupun konsumsi yang mencemari lingkungan.
Pembangunan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup (LH) diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan tetap mempertimbangkan prinsip-prinsip keberlanjutan pembangunan nasional di masa mendatang. Terciptanya keseimbangan antara pemanfaatan dan kelestarian SDA dan LH merupakan prasyarat penting bagi terlaksananya keberlanjutan pembangunan SDA dan LH tersebut. Pemanfaatan SDA yang terkendali dan pengelolaan LH yang ramah lingkungan akan menjadi salah satu modal dasar yang sangat penting bagi pembangunan nasional secara keseluruhan. Selain itu, ketersediaan SDA juga mampu memberikan sumbangan yang cukup berarti terhadap pembangunan ekonomi. Pada tahun 2001, sumbangan sektor sumber daya alam terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional adalah sekitar 30 persen dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 57 persen dari total penyerapan lapangan kerja nasional. Namun akibat dari pemanfaatan SDA dan LH yang bersifat eksploitatif, keseimbangan dan kelestariannya mulai terganggu. Oleh karena itu, dalam rangka menjaga keseimbangan dan kelestariannya telah dilakukan berbagai langkah dan tindakan strategis menurut bidang pembangunan yang tercakup dalam pembangunan SDA dan LH.

Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup

Berbeda dengan makhluk hidup lainya, manusia berpotensi untuk dapat mengeksploitasi ekosistem serta fungsinya. Hal ini dimungkinkan oleh kemampuan manusia yang dapat memanfaatkan ekosistem secara intensif untuk memenuhi kebutuhanya yang demikian besar dan beraneka ragam.karena itulah nilai ekosistem sebagai sumber daya alam lebih besar apabila dibandingkan dengan makhluk hidup lainya. Untuk itu pula manusia merasa perlu untuk menjaga kelestarian sumber daya alam. Manusia perlu membuat konsep-konsep dasar pelestarian ini agar sumber daya alam dapat dihematkan.
Penurunan kualitas dan daya dukung lingkungan juga dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan global. Salah satu fenomena perubahan iklim adalah gejala pemanasan global (global warming) yang terjadi akibat bertambahnya jumlah gas buangan di atmosfir yang dihasilkan oleh kegiatan pertanian, industri, dan transportasi. Pencemaran lintas batas negara seperti polusi asap akibat kebakaran hutan, pencemaran merkuri dan minyak di laut yang sering terjadi perlu diperhatikan demi menjaga kualitas lingkungan global. Sementara itu, komitmen pendanaan global melalui perjanjian internasional, misalnya Kyoto Protocol (pemanasan global) dan Montreal Protocol (perlindungan ozon), belum dapat dijalankan sepenuhnya walaupun Indonesia telah meratifikasi Kyoto Protocol pada bulan Juli 2004. Selain itu, era globalisasi mengakibatkan semakin ketatnya persaingan produk-produk yang berbasis sumber daya alam. Persaingan tersebut dipengaruhi beberapa isu utama, antara lain isu kualitas (ISO 9000), isu lingkungan (ISO 14000), dan isu property rights.
Kondisi sumber daya alam dan lingkungan hidup di atas dihadapkan pada berbagai permasalahan. Permasalahan yang dihadapi bidang SDA berbeda dengan bidang LH, walaupun keduanya saling terkait. Permasalahan pokok di bidang SDA adalah pemanfaatan dan pengelolaan, sedangkan di bidang LH adalah perlindungan dan pelestarian fungsi. Permasalahan yang dihadapi SDA dan LH meliputi aspek pemanfaatan SDA yang eksploitatif, boros dan tidak adil; aspek pelestarian fungsi LH yang tidak menjamin berfungsinya lingkungan dan makin menurunnya daya dukung lingkungan; dan aspek pengelolaan SDA dan LH yang mencakup peraturan, kelembagaan, penegakan hukum, penataan ruang, teknologi, data dan informasi. Aspek-aspek tersebut mendorong terjadinya kerusakan SDA dan LH yang semakin serius.


Menjamin adanya Kelestarian Hasil

Manusia banyak berperan dalam pengubahan ekosistem. Manusia sebagai organisme secara ekologis sangat dominan. Dominan secara ekologis ini tergantung pada kemampuan organisme dalam kompetisi untuk memperoleh kebutuhan hidupnya yang esensial. Dominasi manusia juga diperoleh karena kemampuannya mencipta dan menggunakan alat-alat serta menggunakan api. Dengan menggunakan alat-alat, manusia dapat bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Manusia lebih banyak memanfaatkan ekosistem dibandingkan dengan organisme lain. Manusia cenderung untuk memanfaatkan ekosistem secara berlebihan. Ekosistem dieksploitasi juga untuk tujuan-tujuan nonkonsumtif. Dengan semakin banyaknya populasi manusia dan semakin berkurangnya sumber daya alam yang ada, perlu adanya sikap yang bijak dalam pemanfaatan sumber daya alam ini
Permasalahan pencemaran air, udara, dan tanah diperkirakan masih belum tertangani secara signifikan akibat semakin pesatnya aktivitas pembangunan yang terkadang masih mengabaikan aspek kelestarian fungsi lingkungan. Kerusakan dan kehilangan spesies-spesies keanekaragaman hayati masih harus ditanggulangi karena semakin banyak spesies yang terancam punah dan kerusakan ekosistem lainnya. Hal tersebut masih disertai dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk dapat menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati. Di samping itu, perlu dikembangkan sistem perencanaan yang adaptif terhadap perubahan iklim global dan harus memperhitungkan aspek kerawanan bencana serta pengembangan sistem peringatan dini bagi daerah rawan bencana yang harus dilengkapi dengan pembangunan daerah sabuk alami (green belt area) sebagai upaya mitigasi bencana alam khususnya gempa dan tsunami.






- Menjalin hubungan yang harmonis antara kebutuhan hidup manusia dengan sumber daya alam

Menjaga sumber daya alam dan lingkungan amat perlu dilakukan untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem. Ekosistem adalah komunitas dari lingkungan fisiknya masing-masing dapat diterapkan pada kesatuan lokal kecil maupun besar. Ada beberapa macam cara menjaga keseimbangan ekosistem yaitu dengan homeostasis dan suksesi ekologi. Homeostasis merujuk pada ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan dinamis dalam (badan organisme) yang konstan. Homeostasis merupakan salah satu konsep yang paling penting dalam biologi. Bidang fisiologi dapat mengklasifkasikan mekanisme homeostasis pengaturan dalam organisme. Umpan balik homeostasis terjadi pada setiap organisme.
Terdapat 2 jenis keadaan konstan atau mantap dalam homeostasis yaitu
1. Sistem tertutup - Keseimbangan statis, di mana keadaan dalam yang tidak berubah seperti botol tertutup.
2. Sistem terbuka - Keseimbangan dinamik, di mana keadaan dalam yang konstan walaupun sistem ini terus berubah contohnya seperti sebuah kolam di dasar air terjun.

Suksesi ekologi adalah konsep yang mendasar dalam ekologi, yang merujuk pada perubahan-perubahan berangkai dalam struktur dan komposisi suatu komunitas ekologi yang dapat diramalkan. Suksesi dapat terinisiasi oleh terbentuknya formasi baru suatu habitat yang sebelumnya tidak dihuni oleh mahluk hidup ataupun oleh adanya gangguan terhadap komunitas hayati yang telah ada sebelumnya oleh kebakaran, badai, maupun penebangan hutan. Di mana keadaan dalam yang konstan walaupun sistem ini terus berubah contohnya seperti sebuah kolam di dasar air terjun. Keseimbangan ekosistem ini tentunya akan menjaga pola hubungan yang harmonis antara kebutuhan manusia dengan sumber daya alam.

Pendekatan Interdisiplin

Kegiatan pembangunan pada umumnya menyangkut pendayagunaan sumber daya alam. Sumber daya ini beserta lingkungannya merupakan kesatuan sistem ekologis atau sistem yang mempunyai manfaat langsung dan tak langsung bagi manusia. Dalam ekosistem sumber daya alam ini manusia merupakan konsumen dan berperan aktif dalam proses produksi dan pengelolaan. Pendayagunaan suatu sumber daya alam oleh manusia, dengan eksploitasi, menimbulkan perubahan dalam ekosistem sehingga mempengaruhi pula sumber daya lain beserta lingkungannya yang akibatnya akan dirasakan pula oleh manusia. Perubahan dan gangguan terhadap sumber daya alam dan lingkungannya sedikit banyak menimbulkan masalah lingkungan hidup. Masalah lingkungan hidup ini ada yang langsung mempengaruhi kesejahteraan masyarakat, seperti merusak kesehatan (polusi, keracunan), merusak usaha (erosi dan banjir yang merusak tanaman pertanian), menimbulkan keresahan sosial ( pemindahan penduduk karena ada proyek) dan akibat-akibat lain yang merusak kualitas lingkungan hidup. Ada pula yang tak langsung dirasakan, yaitu kerusakan pada ekosistem alam, berupa merosotnya produktivitas dan diversivitas jenis, serta akselerasi proses erosi yang disebabkan oleh eksploitasi. usaha-usaha pengelolaan yang dilakukan secara terpisah oleh masing-masing sektor, tanpa landasan pendekatan interdisiplin atau integrasi seringkali menyebabkan bentrokan kepentingan antara satu sektor dengan sektor lain, misalnya antara sektor kehutanan dengan sektor pertanian, atau antara sektor kehutanan dengan sektor peternakan. Dengan berlandaskan pendekatan interdisiplin atau integrasi dalam tata guna tanah dan perencanaan wilayah, bentrokan kepentingan dapat dihindarkan. Jelaslah kiranya bahwa untuk mengelola sumber daya alam dengan sebaik-baiknya diperlukan pemikiran yang luas, metode yang tepat dan organisasi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan yang kuat. Pertimbangan ekonomis dan ekologis harus berimbang, karena pengelola harus mengusahakan tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan mempertahankan sumber daya alam dan lingkungan. Untuk mencegah tumbukan kepentingan antara sektor-sektor yang memanfaatkan sumber daya alam perlu dicari pendekatan interdisipliner atau pengintegrasian dalam perencanaan pengelolaan, khususnya integrasi tataguna tanah dan perencanaan wilayah. Kegiatan pengelolaan sumber daya alam itu mencakup inventarisasi, perencanaan, pelaksanaan pengelolaan dan pengawasan.

Prinsip – Prinsip Pengelolaan SDA Hayati

Secara umum konsep dasar pengelolaan sumber daya alam ditujukan pada dua hal,yaitu (1) menjamin kelestarian kualitas lingkungan hidup uang baik dalam arti kata yang produktif, kreatif, maupun estetik, dan (2) menjamin adanya kelestarian hasil dan pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Dalam pengelolaan sumber daya alam hayati ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan :
1) Prinsip daya toleransi
Tiap jenis sumber daya alam hayati mempunyai daya toleransi terhadap lingkunganya. Selama daya toleransi ini tidak terlewati, maka sumber daya itu akan dapat mengetahui dirinya. Apabila sumber daya ala mini terlewati, maka produksi akan menjadi turun dan bahkan dapat punah sama sekali.
2) Prinsip inoptimum
Tidak ada satu jenis sumber daya alam hayati yang dapat berkembang dalam lingkungan yang optimal bagi semua factor lingkungan yang mempengaruhinya.
3) Prinsip factor pengontrol
Seringkali factor lingkungan tertentu menjadi daya pengontrol bagi perkembangan suatu sumber daya alam hayati. Factor ini dapat menentukan dinamika populasi dari jenis sumber daya alam hayati tersebut.
4) Prinsip ketanpabalikan
Sumber daya alam tertentu tidak dapat memperbaharuai diri lagi karena proses fisis ataupun biologis dalam habitat atau ekosistem. Akibatnya sumber daya alam hayati ini dapat menjadi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui lagi secara tanpa balik, mungkin dapat punah sama sekali.
5) Prinsip pembudidayaan
Sumber daya alam hayati yang telah dibudidayakan oleh manusia untuk jangka waktu lama jarang dapat berkembang tanpa terus menerus dipelihara dan dilindungi oleh manusia. Karena itulah pembudidayaan sumber daya alam hayati disamping membawa manfaat kepada manusia, akan memberikan pula tanggung jawab yang berat bagi manusia.

1 komentar:

  1. Casino Review, Slots & Casinos - Mapyro
    Casino 부천 출장안마 Welcome Bonus: 순천 출장샵 Welcome Bonus up to $500 + 200 Free Spins for new players · 여주 출장안마 Deposit 구미 출장마사지 Methods: Bank Transfer, Skrill, Skrill, Skrill, Instant Casino Games: 777 slots, poker, 통영 출장안마 bingo, blackjack, roulette,

    BalasHapus